KEKUATAN BLOG dan GURU

 BLOG BAGI GURU 

Di luar sana blog sudah menjadi barang yang lazim. Blog dimanfaatkan untuk pendidikan. Tentu dengan berbagai kemudahan, ketersedaiaan akses dan perangkat keras yg cukup. Baik untuk guru maupun siswa.Kalau di Indonesia paling banter baru bisa memanfaatkan email. Itupun terbatas hanya dilakukan oleh mahasiswa dan dosennya (yang kadang sok sibuk… ups maaf). Di tingkatan yang lebih rendah saya belum pernah mendengarnya dan saya sendiri juga belum bisa memanfaatkannya. Alasan-nya sangat klasik tidak ada ini itu. Puih….!

Di manakah sebenarnya kekuatan blog yang bisa dimanfaatkan untuk pendidikan itu?Kalau antara guru dan siswa belum bisa optimal, setidaknya bisa dimanfaatkan untuk antar guru. Skenarionya adalah saling memberi link saja dulu. Ini seperti yang sedang saya tawarkan untuk rekan guru-guru pada Jaringan Blog Guru itu.

Jika pada masing-masing blog guru itu tersedia berbagai informasi tentang kegiatan keseharian, mulai dari cerita kegiatan mengajarnya, interaksinya dengan siswa, tips mengajar yang baru dilakukan, keinginan-keinginannya yang selama ini belum terlaksana terkait dengan pengajaran, ringkasan-ringkasan bahan ajar, publikasi untuk siswa seperti pengumuman hasil tes, cerita tentang hubungannya dengan pimpinan, menanggapi kebijakan-kebijakan pemerintah terkait pendidikan, isu-isu baru dalam teknologi pendidikan, opini tentang suatu hal. Pokoknya semua bisa dituangkan di blok untuk bisa dimanfaatkan rekan guru yang lain.

Jika kuatir dengan apa yg dia punya setidaknya boleh mencantumkan hal judul atau topik saja, isinya disimpan dulu dalam bentuk privat. Ini bisa dijadikan ajang saling tukar informasi, ada take and give-nya. Dengan demikian ada imbangan. Jika ada yg meminta maka bisa barter. Syukur-syukur bisa terbuka dan rela.

Saya melihat hal ini belum pernah terlaksana dengan baik, meskipun ada MGMP atau apalah namanya. Itu kadang sebatas hanya formalitas, seperti yang ada di daerah saya. Tidak menyentuh kepada makna musyawarah, tapi lebih didasari sekedar pengguguran kegiatan untuk pelaporan belaka. Biasanya yg berkepentingan di sini bukanlah guru tapi pihak2 lain sebab inisiatif tidak datang dari guru. Memang di wilayah tertentu MGMP bisa berjalan sebagaimana mestinya, tapi tetap boros biaya.

Atau alternatif lain adalah dengan ngeblog ramai-ramai dalam satu blog. Penulis atau pengisi blog semua guru dalam suatu sekolah. Sebelumnya bisa saja masing-masing membuat tulisan dengan program aplikasi pengolah kata kemudian di salin tempel untuk di upload kemudian.

Dalam hitungan saat ini jumlah mata pelajaran di sekolah tidak lebih dari 20 macam. Jadi jika setiap kabupaten ada guru yang aktif ngeblog untuk 1 fokus pelajaran tertentu maka pendidikan Indonesia dengan cepat majunya. Sebab isi blog bisa apa saja, bahkan akan sangat menggigit. Dan tidak akan keluar jalur, karena pengunjung blog bisa saja memberi kritiknya. Setidaknya Ini demi penghematan biaya yg harus dikeluarkan untuk kegiatan sosialisasi atau penataran2 yg kadang tidak ada ujung-nya.

http://urip.wordpress.com

Iklan

Satu pemikiran pada “KEKUATAN BLOG dan GURU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s